Youth Corner
Berikut ini beberapa list pertanyaan yang bakal menjadi pertanyaan favorit kamu, mereka, aku ato siapapun deh tentang Keranda Emas... ^_^
kalo semisal jawabannya belum memuaskan, silakan mengajukan pertanyaan kembali... ^_^


Mengapa theYC menerbitkan buku Keranda Emas?
- Masih banyak orang yang belum benar-benar mengenal sastra.
- Keinginan untuk mempopulerkan Sastra lagi
- Memompa semangat orang untuk menulis karya sastra
- Melawan stigma bahwa untuk menerbitkan buku, harus bergantung dari penerbit Jakarta maupun Jogja (penerbit besar)
- Menunjukkan bahwa kita bisa melakukan upaya penerbitan sendiri terutama karya sastra (sebagai penerbit lokal)
- Menjadi ruang bereskpresi & berkreasi bagi anak muda yang menghasilkan karya yang berkualitas.

Mengapa berjudul Keranda Emas?
keranda emas, sebagai simbol bahwa banyak karya emas yang terkubur karena hanya berakhir dengan ketidak jelasan. Keranda emas dapat diasumsikan sebagai media tempat karya – karya itu berkumpul.

Apa yang membuat buku ini berbeda?
- Ini adalah kumpulan karya penulis – penulis muda Bali
- Para penulis yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda beda. Ada yang dunia panggung/teater (sutradara dan actor) dari dunia film (filmmaker), dari dunia akademis (kedokteran, kedokteran hewan, communication massa), bidang jurnalistik dan dari kalangan penyair muda itu sendiri
- Disini ada nama nama terkenal di dunia sastra, terutama generasi muda nya yakni : Wayan Sunartha, Muda Wijaya, Pranita Dewi
Juga nama nama dari kalangan lain, yang membuat ketertarikan orang untuk membeli buku ini.

Bagaimana konsep buku tersebut?
Antologi ini diberi judul Keranda Emas, diambil dari judul salah satu puisi Moch Satrio Welang sebagai konseptor buku. Para penulis berjumlah 21 orang, dan setiap penulis akan memiliki zona masingmasing yang akan di beri cover dan di beri sub judul, diambil dari kalimat di puisi para penulis masing masing.

Mengapa Youth Corner merambah dunia penerbitan?
- Karena youth corner sebagai media anak muda untuk berekspresi melalui karyakarya sastra
- Karena youth corner sebagai penerbit bisa menjadi jembatan karya karya anak muda bali untuk di publikasikan di bali sendiri maupun luar bali.
- Menunjukkan bahwa komunitas muda di bali dalam hal ini Youth Corner jug adapt melakukan kegiatan penerbitan buku sendiri, agar tidak tergantung penerbit – penerbit Jakarta maupaun jogja, sperti gagas media, forum lingkar pena, bentang dan lain lain.


Berikut beberapa pertanyaan PR: ^_^
- Mengapa penulisnya berjumlah 21 orang?
- Mengapa 21 orang tersebut yang terpilih sebagai penulis dalam Keranda Emas?
- Bagaimana proses & kriteria penyeleksiannya?
- Siapa saja 'Man behind the Book' Keranda Emas (teams sukses)?
- Apa makna yang tersirat dalam Cover / Sampul Buku Keranda Emas?
- Mengapa memilih warna hijau sebagai design color buku Keranda Emas?
- Apa makna Jendela yang menjadi point of view cover?
- Apa maksud & arti cicak (reptil) dalam cover buku Keranda Emas?
- Bagaimana distribusi & pemasarnnya?
- Dimana saja bisa mendapatkan Buku Keranda Emas?
- Siapa saja yang mensupport lahirnya buku Keranda Emas?
- Apa yang menjadi benang merah (tautan) puisi didalam Keranda Emas?
- Apa makna & maksud yang ingin disampaikan penulis dalam karya-karyanya dalam buku tersebut?
- Apa manfaat buku Keranda Emas bagi pembacanya?
- Mengapa menerbitkan buku sastra Puisi? mengapa bukannya karya sastra yang lainnya?


..............................


_LiNd_
Youth Corner
Awalnya. Saya benci sastra, terutama puisi. Walaupun saya berada di sebuah gedung perkuliahan yang berlabelkan Fakultas Sastra Universitas Udayana, dengan spesifikasi sastra inggris. Entah pengalaman dan pergulatan batin apa yang saya lalui, di suatu pagi saya terbangun dan mengatakan saya suka puisi dan akan menulis puisi!

Tangan pun meraba – raba di rak lemari, terjatuhlah buku kecil berjudul semisal. Mirip buku puisi, atau buku puisi? Karangan Giri Ratomo, sutradara teaterku di kelompok Satukosongdelapan. Kulihat tanggal pembuatannya, 2005, hmm tiga tahun lalu. Ya sudah tiga tahun lalu ketika Mas Tomo, panggilan akrabnya, dan Mas deddy sahabat akrabnya bersibuk ria dalam proyek peluncuran buku. buku puisi. Buku puisi indie. Buatan sendiri. Dan di terbitkan sendiri. Mas Tomo tidaklah mengajarkan apapun. Dia hanya menularkan semangat. Ya Semangat. Satu kata yang akhirnya sadar atau tidak mempengaruhi peluncuran buku puisi indie berikutnya oleh Bayu Sakti dari Fakultas Sastra Udayana dan dua buku puisi indie oleh Raden Prakiyul Wahono Noto Susanto mahasiswa seni rupa dan design ISI denpasar. Yang benar – benar menginspirasi saya.

Semangat itu pulalah yang memompa saya untuk bangun dan menaiki supra merah saya untuk menuju warnet terdekat. Saya buka google. Saya ketik puisi dan saya melakukan surfing beberapa bacaan Sastra.

Adalah Noviana Kusuma Wardhani, seorang guru dalam ilmu penulisan yang karya – karya nya sungguh saya kagumi. Berkat dialah saya di desak untuk membuat blog puisi sendiri, yaitu www.satriowelang.blogdrive.com dan kemudian mulai menulis sampai sekarang. O ya, jika ingin membaca karya – karya keren Bude Novi kunjungi saja www.kekasihwaktu.blogdrive.com

Sayapun memutuskan untuk mengunjungi Muda Wijaya ( membahas dunia sastra selama berjam – jam), membuat janji bertemu Pranita Dewi, membuat kontak dengan Wayan Sunartha, Putu Vivi Lestari, Saraswita Laksmi, Purnama, Joan, Surya Kencana, Hendra Utay, Giri Ratomo, Raden Prakiyul dan beberapa teman lainnya. Sayapun mengontak Cok Sawitri, Ricky Damparan Putra, yang akhirnya tetap memberikan dukungan walaupun memilih tidak terlibat langsung dengan tujuan ingin memberi kesempatan pada kami yang muda – muda. Dukungan dari Oka Rusmini dan Warih Wisatsana pun tak ada habis –habisnya. Kami berterimakasih untuk itu.

Pembicaraan singkat saya, dengan ketua saya di Youth Corner, Eka Damartha dan Pemilik PT ABC ( Alam Bahana Cipta) dimana Youth Corner bernaung, Gilda Lim Sagrado, menyeret saya untuk meneruskan ide membuat antologi puisi bersama penulis muda bali. Entah itu dari kalangan penyair terkenal atau bukan, kalangan penyair atau bukan penyair.

Sulitnya mencari penerbit memaksa kami untuk menerbitkan sendiri buku ini, dan muncullah nama Sudarmoko atau Mas Moko yang seratus persen mendukung saya untuk tetap nekat menjadikan impian ini nyata.

Ucapan terimakasih pun tak lupa kami kirimkan kepada Drs. Jiwa Atmaja,S.U. atas kesediaannya membuatkan pengantar untuk buku kami. Tentunya para ibu pelindung kami yang begitu sabar mendidik dan membesarkan kami, Gilda Lim Sagrado, Sita Soekaton, dan juga Dian Ekawati. Tanpa beliau kami lebih sulit lagi berdiri dan bernafas.

Visi dan misi Youth Corner, jelas menjadikan dirinya media anak muda dalam berkreatifitas. Bidang yang di cakupinya pun bermacam – macam. Youth Corner menysusup dengan berbagai cara, melalui web blog, siaran radio maupun event. Dunia anak muda begitu luas. Tapi ini ini tak menyebabkan Youth Corner surut mundur. Walaupun baru saja merayakan ulang tahunnya yang pertama, Youth Corner ingin menjadi gerbang anak muda dalam bidang apapun, semasih itu positif untuk dilakukan. Seperti slogannya selama ini, Media For Youth. Youngster In touch.

Maka buku ini pun disini, kau pegang. Siap kau buang ataupun kau simpan di rak lemari bukumu, dan begitu ada sahabat yang datang dari Makassar ataupun Aceh yang ingin melihat karya teman – teman di Bali, dengan senyum siap kau tunjukkan.

Moch Satrio Welang
Youth Corner
‘KEAJAIBAN’… Terlahir dari Ibu bernama ‘Kesulitan’ dan Ayah yang bernama ‘Upaya’
(Mario Teguh)

Keranda Emas… (sejenak menghela nafas berat...) kumpulan puisi-puisi dari para penulis muda yang aktif melahirkan karya puisi namun karya-karyanya hanya tersimpan rapi dalam catatan kertas, file computer ataupun di template handphone ^_^. Para penulis itu berasal dari beragam latar belakang, mulai dari seniman, pujangga, penulis novel/cerpen/skenario, sutradara, movie maker, actor, pelaku jurnalistik, actor, pemain teater bahkan kalangan mahasiswa/i. yaa siapapun bisa membuat puisi & bisa menikmati puisi.

Puisi memang tak memiliki jarak... puisi milik siapapun tanpa terkecuali, puisi lahir dari hati pemikiran perasaan pengalaman melibatkan seluruh indra & kesadaran sepenuhnya untuk melahirkan sebuah karya puisi yang diwakilkan dalam rangkaian kata yang tak selalu indah namun yang terutama adalah ’Jiwa’ yang terdapat dalam puisi tersebut. Jiwa atau roh yang terkandung dalam sebuah puisi lah yang membuat puisi itu mempunyai denyut kehidupannya tersendiri. Melalui puisi pembaca/penikmat puisi tersebut diajak berinteraksi merasakan getaran denyut kehidupan itu. Entah kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, perasaan & pemikiran kebebasan, rasa sakit, jatuh cinta, kenikmatan, gejolak jiwa, kegundahan hati, kerinduan...


_Lindia_
Youth Corner
Hmm... setelah sekian lama berdebat dengan tim yang gak kelar kelar juga (bikin lelah batin neh), sekarang akhirnya buku antologi kumpulan puisi 21 penulis muda Bali akhirnya akan terbit juga. Buku yang rencananya bakal kita kasi label Keranda Emas rencananya bakal di luncurkan sekitar pertengahan tahun 2009 ini. Buku ini merupakan project pertama Youth Corner Publisher yang rencananya juga akan merambah dunia penerbitan indie.

Keranda Emas bermula dari rencana Moch Satrio Welang dengan idenya yang 'jengah' akan kondisi sastra di Bali. Bahwa ternyata di luar Bali anak SMA pun bisa membuat buku teenlit dan laris manis, lalu kenapa di Bali tidak bisa (atau mungkin belum)? Begitu pula menurut penuturan Moch, dunia sastra puisi di Bali sempat mengalami kevakuman dan hasil cetaknya pun sudah cukup lama tidak mendapat pembaharuan generasi. Padahal remaja sekarang (atau penulis muda) di Bali juga sebenarnya memiliki potensi yang tidak kalah bagusnya dibandingkan dengan generasi senior. Hal inilah yang akhirnya membuat Moch membentuk tim untuk mencetak buku Keranda Emas 'antologi 21 penulis muda Bali' melalui payung The Youth Corner indie publication.

Keranda Emas akan menampilkan karya karya terbaik dari 21 penulis muda Bali (tentunya ini versi kami lo), semacam Muda Wijaya, hingga. Dan ssst, kami juga berencana untuk mengadakan kompetisi resensi puisi Keranda Emas lo. Just wait for the info okay guys.

PS: Kita juga perlu masukan dan kritikan dari teman-teman ya. Especially about the Keranda Emas book.


_Eka_