Youth Corner
ANAK AGUNG PUTU SANTIASA PUTRA Adalah penulis dan aktor teater yang lahir di Denpasar, 21 April 1991. Saat ini (2008) masih menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar, Bali.
Tergabung dalam keanggotaan Teater Angin Smansa. Pernah menjadi Juara I Pemain Terbaik Drama Modern SMP Pesta Seni Remaja Kota Denpasar (2004), Juara I Pembacaan Puisi Putra SMP Pesta Seni Remaja Kota Denpasar (2004), Juara II Pemain Terbaik Drama Modern SMP PSR Pesta Seni Remaja Kota Denpasar (2005), Juara I Pembacaan Puisi Putra HUT SMP Kristen Denpasar (2005), Juara I Pembacaan Puisi Putra HUT SMP Negeri 1 Denpasar (2005), Juara I Pembacaan Puisi Putra SMP Pesta Seni Remaja Kota Denpasar (2006), Juara I Fragmen Monolog HUT SMA Negeri 3 Denpasar (2005), Juara II Fragmen Monolog yang diadakan oleh Taman Budaya Denpasar (2007), Juara harapan lomba monolog Pesta Kesenian Bali (2008), menjadi aktor pembantu terbaik dalam pementasan Drama Modern tingkat SMA Nasional yang diadakan oleh IKIP PGRI Semarang (2008). Selain bermain teater ia juga menulis puisi terbukti ia pernah menjadi Juara III penulisan puisi tingkat SMA–SMK Se-Bali Hari Chairil Anwar (2007) diselenggarakan oleh HMJ PBSID UNDIKSHA Singaraja, Juara Harapan I lomba cipta puisi HUT Balai Bahasa Denpasar (2005) dan beberapa puisinya pernah dimuat oleh media masa setempat.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Kamar
Penari itu Bernama Raras
Panti Jompo
Sajak untuk Ibuku
Tak Ada Yang Tahu
Youth Corner
ACHMAD OBE MARZUKI Adalah penulis, pelukis, penata panggung yang lahir di Jakarta 30 Juli 1975. Memperdalam dunia tulisnya melalui kursus kewartawanan di Planet Senen Jakarta Pusat pada tahun 1995. Tergabung dalam Wadah Teater Jakarta dan Lembaga Dongeng Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan (1995-1996). Membacakan puisi-puisinya dalam mimbar bebas panggung reformasi TIM 1998. Bergabung dengan Teater AGA (Anak Gudang Air) dan mendirikan Komunitas API (Anak Pasar Induk) pada tahun 2000. Mendirikan Pelangi Art Bengkel Handicraft 2001 dan sempat bekerja sebagai waiter. Pernah mengikuti pendidikan Banquet Service yang diadakan oleh Institut Tiara Mandiri Jak-Sel tahun 2002. Bersama Sanggar Poerbatjaraka dalam pementasan Layon (2008) dan Hong (2008) dalam Temu Teater Mahasiswa Nusantara Vi di Surabaya. Kini bergabung dengan komunitas lukis, komunitas
Jepun di Bali.

Email: am_obe@yahoo.com.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Bulan Itu Begitu Jauh
Kamar 32
Di Tepi Senja Laut Biru
Sketsa Kota
Selamat Jalan
Youth Corner
ARYA LESMANA Lahir di Tuban, 1 November 1980. Belajar menulis secara otodidak sejak tahun 1999. Terlibat dalam beberapa pementasan teater. Pernah tampil dalam pertunjukan teater gerak The Voice of ‘Joan of Arc’ bekerjasama dengan Lembaga Bahasa Perancis Aliance Francais di tahun 2005. Aktif juga menulis cerpen dan puisi.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Ghaza, Palestina Dan Sebuah Senja
Pelukis Tua itu Rebah
Nama Itu
Tembang Tidur
Setangkai Rumput Dan Kabut
Youth Corner
DWITRA J. ARIANA Adalah pembuat film, penulis dan pegiat teater yang lahir di Jeruk Mancingan, 1 Juli 1983. Berkesenian dimulai dengan berteater di Sanggar Cipta Budaya SLTP 1 Denpasar dan Teater Angin SMU 1 Denpasar.
Tak ada yang mengakui sebagai seorang penyair karena ia dikenal sebagai seorang filmmaker. Film-filmnya pernah terpilih sebagai Official Selection Ganesha Film Festival (Ganffest) 2008 Bandung, Surabaya Film Festival (S13FFEST) 2007 dan Festival Film Dokumenter (FFD) Jogjakarta 2006 Pernah tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Teknik Arsitektur Universitas Udayana dan Graphic Design WEC, hanya yang terakhir berhasil ditamatkannya. Kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Udayana sedang berjuang skripsi, namun kini sudah mulai
terdaftar di Institut Seni Indonesia Denpasar jurusan Desain Komunikasi Visual.

Email: dwitra_ariana@yahoo.com.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Warung Kecil
Tak Ada Maksud
Percakapan Satu Arah antara Dubur dan Kakus
Menuju Pesta yang Begitu Basah di Tengah-Tengah Kebun Kelapa
Suara - Suara Skizoprenia
Youth Corner
DWI PUTRI REJEKI Adalah pegiat jurnalistik yang lahir di Denpasar, 9 November 1985. Mendapat gelar Sarjana Hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Udayana pada tahun 2008. Pernah menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiwa Kertha Aksara untuk periode
2005 – 2006, sempat pula menjadi Ketua Umum Perhimpunan Pers Mahasiswa Nasional Bali periode 2007 sampai sekarang. Aktif menulis di media kampus dan untuk konsumsi pribadi.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Kota Asingku
Perempuan Berkeranjang Bunga
Mengerikan!
Kembali ke Tanah
Di tanah Tubanku
Youth Corner
GIRI RATOMO Adalah dokter hewan, aktor, sutradara, penari, dan koreografer yang lahir 19 Desember 1979 di Karang Kemojing Jawa Tengah. Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2006.
Menjadi penggagas lahirnya teater kampus, teater orok (1999). Pemrakarsa Pekan Performing Art (PPA). Tahun 2003, membangun kelompok kerja SatuKosongDelapan (108) Denpasar, sebuah kelompok kerja independen (non-kampus) dalam bidang teater, lukis dan penulisan. Aktivitas keteaterannya: Waktu antara Kau dan Aku (sutradara, penulis naskah – 2007), monolog Penislilin (sutradara – 2006), Monoplay Born – Thomoerectus (koreografer dan penari – 2006), monolog Amuk (sutradara – 2006), monolog Wawancara Ecin (sutradara – 2005), drama Death of A Salesman
(sutradara – 2004), dalam Panggung Teater Realis Indonesia-DKJ, monolog Stt Diam! (sutradara, aktor, penulis naskah – 2003). Meraih penghargaan sebagai Aktor Pembantu Pria Terbaik dalam Festival Teater Mahasiswa Nasional di Kalimantan Timur (2001). Diundang dalam Pertemuan Koregrafer se-Indonesia – DKJ (2007).
Buku kumpulan puisinya berjudul “Semisal” (2005).

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Percakapan di Ruang Tunggu
Yang Hilang
Kayu yang Memimpikan Bunga
Pecahan-pecahan Kristal
Sebongkah Keju dari Semak yang Tak Terbabat
Youth Corner
HARIS LAWERA Adalah aktor teater, penulis cerpen, organisatoris yang lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, 17 Desember 1984. Saat ini masih menjadi mahasiswa Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana_Bali.
Pernah menjabat Sekretaris Umum HMI untuk komisariat SasPar (2004-2005), pernah menjabat Ketua Umum Teater Orok untuk periode 2005 – 2006.
Bermain sebagai aktor dalam pementasan Saksi Mata (2002), Caligula (2003), Lawan Catur (2004), Takoet (2006) dan terlibat garapan William Miranda dari Kanada dalam Drama Tari Eidepus (2006), Waktu Antara Kau dan Aku (2007).
Pria yang hobi membaca cerpen ini sering menggarap performance art dalam segala acara seni dan budaya di Bali, di sela-sela kesibukannya menyelesaikan skripsi.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Sepotong malam:
Asmaragama
Cerita Duka Bumi Para Ncuhi
Persetubuhan
Siapa:
Youth Corner
HENDRA UTAY Adalah aktor, penulis naskah, sutradara, pelukis, yang lahir di Cimahi, 14 Oktober 1976. Pernah terlibat proses dengan Sanggar Posti (1992–1997) dan menjadi ketua Umum Komunitas Sampah Denpasar (2000 – sekarang).
Pengalaman di dunia akting dimulai di tahun 1993 dengan bermain di TVRI Denpasar. Juga bermain dalam Aum (1994), Peti Mati (1997), Dalam Dunia Diam (2000), Sembahyang Kamar Mandi (2000), Monolog Karyo (2001), Kolaborasi dengan Commedian de Altre (2002) dari Italia di ARMA Ubud, Oedipus Sang Raja (2005), Racun Tembakau (2005) Pesta Monolog di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kisah Cinta Dan Lain-Lain (2006), dan Eidipus Sang Raja (2006) kolaborasi kecak dan tari dengan sutradara William Maranda. Menjadi Sutradara dalam Tanah Air Mata (2003), sutradara dan penulis naskah film indie Hitam (2006), The Voice (2007), menyutradarai dan menulis naskah Lakon Di Layon (2008) dan Hong (2008). Aktif mengajar di sekolah akting di Denpasar.

Email: hendrautay@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Kasmira
Lumatan Itu
Menunggu Laut Surut
Rindu Sang Pemabuk
Aji Dharma
Youth Corner
IDA AYU DEWI ARINI Adalah penulis puisi dan naskah teater yang lahir di Palangkaraya, 5 Desember 1984.Saat ini tengah menyelesaikan kuliahnya di Program Desain Komunikasi Visual ISI Denpasar.
Pernah meraih Sepuluh Besar lomba Cipta Puisi SLTPN 1 Denpasar (1997), Juara I Lomba Cipta Puisi Puputan Margarana (2004), dan Juara III Cipta Puisi Teater Angin (2006).
Aktif menulis puisi dan mempublikasikan di media massa hingga kini.

Email: dayuarab@yahoo.co.id

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Engkaukah Itu?
Alkisah
Ajarkan Aku Menggeliat
Cara Untuk Mati
Mimikri
Youth Corner
JOAN RO lahir di Malang, Jawa Timur pada tahun 1982. Memutuskan hijrah ke Bali pada pertengahan tahun 2000 hingga sekarang. Saat ini berdomisili di Malang dan Denpasar. Terlibat dalam pementasan “Anjing Perempuanku”(2003) bersama kelompok Tulus Ngayah dan Vagina Monolog (2004).
Sedang mengerjakan novel pertamanya yang diambil dari kisah nyata tentang perjalanan hidup seorang perempuan.

Email: joancakep@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Bayang Luka
Kisah Di Balik Malam
Yang Tak Pantas Disebut Namanya
Sebuah Akhir
Yang Terbuang
Youth Corner
KADEK SURYA KENCANA Adalah aktor teater dan penulis yang lahir di Dalung, 24 Januari 1986. Kini menuntut ilmu di, Universitas Pendidikan Ganesha, Bali. Aktif di Teater Kampus Seribu Jendela, Komunitas Utara Bali Utara, dan Sanggar Teater Kampung Seni Banyuning.
Beberapa kali memenangkan lomba penulisan sajak, antara lain: Juara II Tingkat Nasional Lomba Penulisan Puisi Pelajar dalam International Poetry Day (Maret 2005) yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Nasional dan juara I Lomba Penulisan Puisi se-Bali kategori umum dalam rangka memperingati ulang tahun kota Singaraja ke-403 (2007).
Sajaknya tergabung dalam antologi puisi bersama: Herbarium (Antologi Puisi 4 Kota: Yogyakarta, Bandung, Bali, Padang), Kota di Utara Peta (2007), Penari Buleleng (2008).

Email kadek_surya@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Sepotong Lampu di Lovina
Art Zoo
Paviliun Sanjiwani
Kamboja, Secangkir Kopi
Episode Seorang Pemahat
Youth Corner
KETUT SUNIA SUDIANI Adalah pegiat teater dan penulis yang lahir di Denpasar, 7 September 1989. Kini tengah menempuh pendidikan Sastra Inggris di Fakultas Sastra, Universitas Udayana. Beberapa puisinya pernah dimuat di berbagai media, antara lain Bali Post, Media Indonesia dan Jurnal Sundih.
Sejumlah karyanya terkumpul dalam beberapa antologi, kumpulan esai 10 finalis dan lima nominator lomba menulis esai tentang lingkungan, Kementrian Lingkungan Jakarta (2006), Buku Perjalanan Kreatif “Waktu Tuhan” Made Wianta (2008), antologi “Jalan Angin” (2006), antologi puisi “Kota di Utara Peta” (2007), antologi puisi “Seratus puisi terbaik, inti dpp JAKARTA” (2007), antologi Puisi “Kampung Dalam Diri” (2008). Pernah meraih penghargaan dalam ajang perlombaan sastra dan teater semisal Juara II sekaligus nominator Singa Ambara Raja Award (lomba cipta puisi 2007), Juara 1 Lomba Menulis Puisi di Universitas Ganesha (2007), Juara 1 Lomba Menulis Puisi Musibah se-Indonesia (2007), Juara 2 Lomba membaca Cerpen Lautan, (2007). Kini aktif berteater dan belajar sastra bersama teman-teman di Komunitas Sahaja.

Email: sud_paris@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Surat Untuk Pak Tulus
Malam di Apuan
Empat Puluh Kilometer dari Denpasar
Go dan Manchuria
Sajak Kawan yang Nun
Youth Corner
MADE PURNAMASARI Adalah penulis dan pegiat teater, lahir di Klungkung, 22 Maret 1989. Tercatat sebagai Mahasiswi Antropologi di Universitas Udayana.
Nominator Cipta Cerpen Majalah Kawanku, pemenang harapan utama Selsun Golden Award 2006, Juara II Sayembara Cerpen Balai Bahasa se-Bali, Harapan III Penulisan Cerpen Pusat Bahasa Jakarta. Gelar Juara Umum Lomba Penulisan dan Pembacaan Puisi Sampoerna AGRO 2007 se-Indonesia, serta Juara II Lomba Penulisan Puisi Nasional Dewan Kesenian Semarang 2007.
Esainya juga meraih juara I Lomba Esai Global Warming dalam Kompas Gramedia Fair 2007. Karya-karya puisinya pernah dimuat di Kompas Minggu, Koran Tempo, Media Indonesia dan Bali Post, juga telah dibukukan, termasuk dalam Buku Antologi 100 Puisi Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana 2007.
Salah satu pendiri Komunitas Sahaja, sekaligus berperan sebagai koordinator.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Katrangan - Hayam Wuruk
Seusai Sunyi
Naga Banda
Sajak Agustus
Jembatan Kota
Youth Corner
MOCH SATRIO WELANG Adalah aktor teater, pembawa acara (MC), pengajar bahasa Inggris, penulis, penyiar radio berbahasa Inggris Paradise FM 100.9 yang lahir di Surabaya, 14 April 1982. Sarjana Sastra Inggris di Fakultas Sastra Universitas Udayana.
Pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum LPM X-Mag Fakultas Sastra Universitas Udayana periode 2005 – 2006 yang juga aktif di English Debating Society.
Lahir di teater Orok dengan memainkan drama Caligula (aktor -2003), Tumirah Sang Mucikari (aktor - 2003). Terlibat garapan kelompok SatuKosongDelapan dalam Death of A Salesman (aktor - 2004) di Panggung Teater Realis Indonesia - Taman Ismail Marzuki Jakarta, Waktu antara Kau dan Aku (aktor - 2007), dan Monolog Penislilin (aktor - 2006). Racun Tembakau (Pimpinan Produksi - 2005) di Pesta Monolog - Taman Ismail Marzuki Jakarta. Perjuangan Suku Naga (aktor - 2006). Pagelaran Dance Theatre Samudra (aktor - 2008) di Negara di Bajra Shandi Bali. Bersama Sanggar Poerbatjaraka tampil dalam pertunjukan Tanah Air Mata (2007), drama Lakon Di Layon (2008) dan juga pementasan Hong (2008) dalam acara Temu Teater Mahasiswa Nusantara VI di Surabaya. Bermain sebagai aktor dalam film indie berjudul “Hitam”.

Web: www.satriowelang.blogdrive.com
Email: satrio_welang@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Percakapan Rahasia di Bawah Pohon Kamboja
Anjing Pengigit Kitab
Kue Kampung
Keranda Emas
Bayang-Bayang
Youth Corner
MUDA WIJAYA Adalah penyair dan aktor teater yang lahir pada tahun 1974. Menyelesaikan pendidikan di Denpasar sederajat SMU thn 1993.
Pernah aktif dalam Teater Got Denpasar dan terlibat dalam sejumlah pementasan di beberapa tempat di Bali. Bersama kelompok SatuKosongDelapan memainkan naskah Death of A Salesman (2004) di Taman Ismail Marzuki dalam acara Panggung Teater Realis Indonesia. Sebuah puisinya masuk dalam Sepuluh Terbaik Lomba Penulisan Puisi se-Bali (2002) yang di gelar Teater Orok Universitas Udayana.
Pemenang sayembara penulisan puisi dan cerpen Balai Bahasa se-Bali (2004).
Sejumlah puisinya telah dimuat media massa lokal dan nasional, antara lain: Media Indonesia, Bali Post. Warta Bali, Majalah Budaya Jejak (Banyuwangi), GM – Independen.
Puisinya juga masuk dalam antologi puisi bersama Tuhan Langit Begitu Kosong (Balai Bahasa Denpasar – 2004), nominasi cerpen dalam buku antologi Tower (Balai Bahasa Denpasar – 2004), antologi bersama Maha Duka Aceh diterbitkan PDS. HB. Jassin (2005), antologi puisi Roh dari Para Penyair Bali – Jawa Barat (Bukupop 2005), Jogja 5,9 Skala Rithcer (Bentang – 2006) , Herbarium Antologi Puisi 4 Kota (Pustaka Pujangga – 2007).
Pernah tampil tunggal performance art dalam Gigir Manuk Multicultural Camp (2002) di Kubutambahan, Buleleng, Bali. Dan pernah terlibat kolaborasi bersama William Miranda
dari Kanada dalam Drama Tari Eidepus yang dimainkan dalam Pesta Kesenian Bali 2006.

Email: larawijaya@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Padamu Doa Tak Padam
Rumah Ibu Jalan Air Mata
Paragraf Kata Selembar Kain Perkawinan
Seusai Gerimis Pagi
Dalam Gelap
Youth Corner
NOVIANA KUSUMAWARDHANI Adalah seorang dosen, penulis, kreator, pembicara, penerima banyak penghargaan di bidang komunikasi. Lulusan Universitas Gajah Mada untuk jurusan Komunikasi massa pada tahun 1992. Mendapatkan beasiswa dari program AFS di Universitas Ellesmere, Christchurch, New Zealand pada tahun 1987. Mengawali karir sebagai penulis di saluran Televisi Nasional Indosiar sebelum terjun ke dunia periklanan di tahun 1994 sebagai produser. Mendapat penghargaan Piala Citra Pariwara, Asia Pasific Media Award. Juga sempat mengajar di Universitas Mercubuana Jakarta. Saat ini menetap di Ubud Bali.
email: budenovi@gmail.com, blog: www.kekasihwaktu.blogdrive.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Apa Kabar Hatiku?
Waktu yang Meminjam
(.)
Memberi Rumah
Untuk Anakku yang Sedang Sedih
Youth Corner
PRANITA DEWI Adalah penyair dan cerpenis Bali yang bernama lengkap Ni Wayan Eka Pranita Dewi, lahir di Denpasar, pada tahun 1987. Tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di STIMI Handayani, Denpasar.

Menulis buku puisi: “Pelacur Para Dewa” (2004). Beberapa buku kumpulan puisi bersama “Jendela” (2003), Tuhan Langit Begitu Kosong (2004), dan Herbarium (2007).
Kumpulan cerpen bersama “Made Patih (2003), “Titian” (2008).
Pernah memperoleh beasiswa “A Weekend Creative Workshop: Sound Poetry from Different Faiths” (2003) dalam Pesta Sastra Internasional Utan Kayu di Kuta, Bali. Nominator Krakatau Award Lomba Menulis Puisi Nasional (2004) – Dewan Kesenian Lampung.
Puisinya berhasil masuk dalam Buku Antologi 100 Puisi Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana 2008.
Email: pranita_dewiku@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Ambarawa, Kota Yang Tak Punya Sesiapa
Kutemukan Masa Kecilmu
Sepasang Raja Dan Permaisuri Pasir
Tuhan Di Gapura Tua
Tahun Ini Kubuka, Batuk Dan Asma
Youth Corner
PUTU RASTITI Adalah penulis, sutradara dan aktor teater yang lahir di Denpasar, 28 November 1989. Kini kuliah di Program Studi Ilmu Keperawatan di Universitas Udayana.
Perkenalan dengan sastra dan teater dimulai sejak duduk di bangku SMA. Sempat menyutradarai pementasan dramatisasi puisi dalam rangka GATEL (Gelar Teater La Jose) 2006. Sering melakukan pementasan musikalisasi puisi di beberapa acara seperti peluncuran buku dan pembukaan Pameran Oom Pasikom di Danes Art Veranda, Denpasar.

Di penghujung tahun 2007 ia tampil sebagai salah satu pemain utama dalam pementasan drama modern, yang berjudul “Stasiun Nun” di Danes Art Veranda.
Karya-karya puisinya beberapa kali dimuat di Bali Post, Media Indonesia, Koran Tempo serta terkumpul dalam beberapa antologi, yakni, Jalan Angin (2006), Kota di Utara Peta (2007), Kampung Dalam Diri (2008).
Peraih Singa Ambara Raja Award 2007 dalam Lomba Cipta Puisi ini juga sempat menjadi Juara II dalam Lomba Penulisan Puisi Tingkat Nasional tentang Pluralisme Perempuan di Jakarta tahun 2007. Dalam Lomba Pembacaan Cerpen se-Bali yang digelar Teater Angin pada tahun 2007, ia meraih Juara III. Kini ia aktif dalam kegiatan penulisan cerpen, puisi dan esai. Email: delila_tein@yahoo.com

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Lelaki Hujan
Suatu Hari
Malam Sebuah Jamuan
Bocah di Sudut Sekolah
Wajahmu, Ibu
Youth Corner
RADEN PRAKIYUL WAHONO NOTO SUSANTO Adalah pelukis dan penulis yang lahir di Depok, 26 April 1985. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar. Selain aktif dan gemar menulis, aktif juga melukis. Sering mengadakan pameran lukisan di Jakarta, Surabaya dan Bali. Pameran Tunggalnya diantaranya: (2006)/KENAL-kan 1 sebuah ruang teks, Galeri Surabaya-Jawa Timur. (2007) /KENAL-kan II Matinya orang
Mati, ISI Denpasar-Bali.

Penghargaan yang berhasil diraihnya: karya berbakat kaligrafi Jepang di Jakarta (2003), nominasi 1 Lomba lukis HUT Denpasar XII (2004), nominator Penulisan Puisi Se-Bali.

Antologi puisi yang pernah memuat karyanya Tuhan Langit Begitu Kosong bersama pemenang
dan nominator penulisan puisi Se-Bali, /KENAL-kan sebuah ruang teks dan Kitab Ceng’eng, antologi puisi tunggalnya.
Email: woy_raden@yahoo.co.id

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali, yaitu:
Surat Curhat Mayat 1
Surat Curhat Mayat 2
Surat Curhat Mayat 3
Surat Curhat Mayat 4
Mengumpat
Youth Corner
Bernama lengkap Ni Komang Saraswita Laksmi, lahir di Negara, 28 Februari 1987. Kini masih tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar. Sejumlah karyanya penah dimuat di harian Bali Post, Nusa, Warta Bali, Media Indonesia, Suara Merdeka, Tabloid Ge-M Independent, dan Jurnal Kertas Budaya.
Puisinya berhasil masuk dalam Buku Antologi 100 Puisi Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana 2008.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Obituari Kupu-Kupu
Epifani
Rapunzel, Rapunzel
Perjalanan Subuh, Sebuah Potret Pucat
Sepotong Iklan, Selembar Pamflet Kusam
Youth Corner
WAYAN SUNARTA Adalah penyair Bali yang lahir di Denpasar, 22 Juni 1975. Menamatkan studi Antropologi Budaya di Fakultas Sastra Universitas Udayana. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, ulasan seni rupa dan novel. Sejumlah tulisannya sering dimuat media massa daerah dan nasional.

Buku kumpulan cerpennya: Cakra Punarbhawa (Gramedia, 2005) dan Purnama di Atas Pura (Grasindo, 2005).

Buku puisinya: Pada Lingkar Putingmu (Bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, Agustus 2007) dan Malam Cinta (Bukupop, Desember 2007).

Tahun 2007 ia dianugerahi penghargaan Widya Pataka oleh Gubernur Bali atas dedikasinya dalam dunia sastra di Bali. Kini, ia bergiat di Yayasan Metropoli Indonesia sebagai koordinator program seni/budaya untuk anak-anak desa.

Puisi-puisinya yang masuk dalam Keranda Emas, Antologi 21 Penulis Bali yaitu:
Gelegak Tuak
Liang Mata Si Mati
Tiga Puluh Tiga Dupa Menyala
Cenaku
Langit Akhir
Youth Corner
Berikut ini beberapa list pertanyaan yang bakal menjadi pertanyaan favorit kamu, mereka, aku ato siapapun deh tentang Keranda Emas... ^_^
kalo semisal jawabannya belum memuaskan, silakan mengajukan pertanyaan kembali... ^_^


Mengapa theYC menerbitkan buku Keranda Emas?
- Masih banyak orang yang belum benar-benar mengenal sastra.
- Keinginan untuk mempopulerkan Sastra lagi
- Memompa semangat orang untuk menulis karya sastra
- Melawan stigma bahwa untuk menerbitkan buku, harus bergantung dari penerbit Jakarta maupun Jogja (penerbit besar)
- Menunjukkan bahwa kita bisa melakukan upaya penerbitan sendiri terutama karya sastra (sebagai penerbit lokal)
- Menjadi ruang bereskpresi & berkreasi bagi anak muda yang menghasilkan karya yang berkualitas.

Mengapa berjudul Keranda Emas?
keranda emas, sebagai simbol bahwa banyak karya emas yang terkubur karena hanya berakhir dengan ketidak jelasan. Keranda emas dapat diasumsikan sebagai media tempat karya – karya itu berkumpul.

Apa yang membuat buku ini berbeda?
- Ini adalah kumpulan karya penulis – penulis muda Bali
- Para penulis yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda beda. Ada yang dunia panggung/teater (sutradara dan actor) dari dunia film (filmmaker), dari dunia akademis (kedokteran, kedokteran hewan, communication massa), bidang jurnalistik dan dari kalangan penyair muda itu sendiri
- Disini ada nama nama terkenal di dunia sastra, terutama generasi muda nya yakni : Wayan Sunartha, Muda Wijaya, Pranita Dewi
Juga nama nama dari kalangan lain, yang membuat ketertarikan orang untuk membeli buku ini.

Bagaimana konsep buku tersebut?
Antologi ini diberi judul Keranda Emas, diambil dari judul salah satu puisi Moch Satrio Welang sebagai konseptor buku. Para penulis berjumlah 21 orang, dan setiap penulis akan memiliki zona masingmasing yang akan di beri cover dan di beri sub judul, diambil dari kalimat di puisi para penulis masing masing.

Mengapa Youth Corner merambah dunia penerbitan?
- Karena youth corner sebagai media anak muda untuk berekspresi melalui karyakarya sastra
- Karena youth corner sebagai penerbit bisa menjadi jembatan karya karya anak muda bali untuk di publikasikan di bali sendiri maupun luar bali.
- Menunjukkan bahwa komunitas muda di bali dalam hal ini Youth Corner jug adapt melakukan kegiatan penerbitan buku sendiri, agar tidak tergantung penerbit – penerbit Jakarta maupaun jogja, sperti gagas media, forum lingkar pena, bentang dan lain lain.


Berikut beberapa pertanyaan PR: ^_^
- Mengapa penulisnya berjumlah 21 orang?
- Mengapa 21 orang tersebut yang terpilih sebagai penulis dalam Keranda Emas?
- Bagaimana proses & kriteria penyeleksiannya?
- Siapa saja 'Man behind the Book' Keranda Emas (teams sukses)?
- Apa makna yang tersirat dalam Cover / Sampul Buku Keranda Emas?
- Mengapa memilih warna hijau sebagai design color buku Keranda Emas?
- Apa makna Jendela yang menjadi point of view cover?
- Apa maksud & arti cicak (reptil) dalam cover buku Keranda Emas?
- Bagaimana distribusi & pemasarnnya?
- Dimana saja bisa mendapatkan Buku Keranda Emas?
- Siapa saja yang mensupport lahirnya buku Keranda Emas?
- Apa yang menjadi benang merah (tautan) puisi didalam Keranda Emas?
- Apa makna & maksud yang ingin disampaikan penulis dalam karya-karyanya dalam buku tersebut?
- Apa manfaat buku Keranda Emas bagi pembacanya?
- Mengapa menerbitkan buku sastra Puisi? mengapa bukannya karya sastra yang lainnya?


..............................


_LiNd_
Youth Corner
Awalnya. Saya benci sastra, terutama puisi. Walaupun saya berada di sebuah gedung perkuliahan yang berlabelkan Fakultas Sastra Universitas Udayana, dengan spesifikasi sastra inggris. Entah pengalaman dan pergulatan batin apa yang saya lalui, di suatu pagi saya terbangun dan mengatakan saya suka puisi dan akan menulis puisi!

Tangan pun meraba – raba di rak lemari, terjatuhlah buku kecil berjudul semisal. Mirip buku puisi, atau buku puisi? Karangan Giri Ratomo, sutradara teaterku di kelompok Satukosongdelapan. Kulihat tanggal pembuatannya, 2005, hmm tiga tahun lalu. Ya sudah tiga tahun lalu ketika Mas Tomo, panggilan akrabnya, dan Mas deddy sahabat akrabnya bersibuk ria dalam proyek peluncuran buku. buku puisi. Buku puisi indie. Buatan sendiri. Dan di terbitkan sendiri. Mas Tomo tidaklah mengajarkan apapun. Dia hanya menularkan semangat. Ya Semangat. Satu kata yang akhirnya sadar atau tidak mempengaruhi peluncuran buku puisi indie berikutnya oleh Bayu Sakti dari Fakultas Sastra Udayana dan dua buku puisi indie oleh Raden Prakiyul Wahono Noto Susanto mahasiswa seni rupa dan design ISI denpasar. Yang benar – benar menginspirasi saya.

Semangat itu pulalah yang memompa saya untuk bangun dan menaiki supra merah saya untuk menuju warnet terdekat. Saya buka google. Saya ketik puisi dan saya melakukan surfing beberapa bacaan Sastra.

Adalah Noviana Kusuma Wardhani, seorang guru dalam ilmu penulisan yang karya – karya nya sungguh saya kagumi. Berkat dialah saya di desak untuk membuat blog puisi sendiri, yaitu www.satriowelang.blogdrive.com dan kemudian mulai menulis sampai sekarang. O ya, jika ingin membaca karya – karya keren Bude Novi kunjungi saja www.kekasihwaktu.blogdrive.com

Sayapun memutuskan untuk mengunjungi Muda Wijaya ( membahas dunia sastra selama berjam – jam), membuat janji bertemu Pranita Dewi, membuat kontak dengan Wayan Sunartha, Putu Vivi Lestari, Saraswita Laksmi, Purnama, Joan, Surya Kencana, Hendra Utay, Giri Ratomo, Raden Prakiyul dan beberapa teman lainnya. Sayapun mengontak Cok Sawitri, Ricky Damparan Putra, yang akhirnya tetap memberikan dukungan walaupun memilih tidak terlibat langsung dengan tujuan ingin memberi kesempatan pada kami yang muda – muda. Dukungan dari Oka Rusmini dan Warih Wisatsana pun tak ada habis –habisnya. Kami berterimakasih untuk itu.

Pembicaraan singkat saya, dengan ketua saya di Youth Corner, Eka Damartha dan Pemilik PT ABC ( Alam Bahana Cipta) dimana Youth Corner bernaung, Gilda Lim Sagrado, menyeret saya untuk meneruskan ide membuat antologi puisi bersama penulis muda bali. Entah itu dari kalangan penyair terkenal atau bukan, kalangan penyair atau bukan penyair.

Sulitnya mencari penerbit memaksa kami untuk menerbitkan sendiri buku ini, dan muncullah nama Sudarmoko atau Mas Moko yang seratus persen mendukung saya untuk tetap nekat menjadikan impian ini nyata.

Ucapan terimakasih pun tak lupa kami kirimkan kepada Drs. Jiwa Atmaja,S.U. atas kesediaannya membuatkan pengantar untuk buku kami. Tentunya para ibu pelindung kami yang begitu sabar mendidik dan membesarkan kami, Gilda Lim Sagrado, Sita Soekaton, dan juga Dian Ekawati. Tanpa beliau kami lebih sulit lagi berdiri dan bernafas.

Visi dan misi Youth Corner, jelas menjadikan dirinya media anak muda dalam berkreatifitas. Bidang yang di cakupinya pun bermacam – macam. Youth Corner menysusup dengan berbagai cara, melalui web blog, siaran radio maupun event. Dunia anak muda begitu luas. Tapi ini ini tak menyebabkan Youth Corner surut mundur. Walaupun baru saja merayakan ulang tahunnya yang pertama, Youth Corner ingin menjadi gerbang anak muda dalam bidang apapun, semasih itu positif untuk dilakukan. Seperti slogannya selama ini, Media For Youth. Youngster In touch.

Maka buku ini pun disini, kau pegang. Siap kau buang ataupun kau simpan di rak lemari bukumu, dan begitu ada sahabat yang datang dari Makassar ataupun Aceh yang ingin melihat karya teman – teman di Bali, dengan senyum siap kau tunjukkan.

Moch Satrio Welang
Youth Corner
‘KEAJAIBAN’… Terlahir dari Ibu bernama ‘Kesulitan’ dan Ayah yang bernama ‘Upaya’
(Mario Teguh)

Keranda Emas… (sejenak menghela nafas berat...) kumpulan puisi-puisi dari para penulis muda yang aktif melahirkan karya puisi namun karya-karyanya hanya tersimpan rapi dalam catatan kertas, file computer ataupun di template handphone ^_^. Para penulis itu berasal dari beragam latar belakang, mulai dari seniman, pujangga, penulis novel/cerpen/skenario, sutradara, movie maker, actor, pelaku jurnalistik, actor, pemain teater bahkan kalangan mahasiswa/i. yaa siapapun bisa membuat puisi & bisa menikmati puisi.

Puisi memang tak memiliki jarak... puisi milik siapapun tanpa terkecuali, puisi lahir dari hati pemikiran perasaan pengalaman melibatkan seluruh indra & kesadaran sepenuhnya untuk melahirkan sebuah karya puisi yang diwakilkan dalam rangkaian kata yang tak selalu indah namun yang terutama adalah ’Jiwa’ yang terdapat dalam puisi tersebut. Jiwa atau roh yang terkandung dalam sebuah puisi lah yang membuat puisi itu mempunyai denyut kehidupannya tersendiri. Melalui puisi pembaca/penikmat puisi tersebut diajak berinteraksi merasakan getaran denyut kehidupan itu. Entah kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, perasaan & pemikiran kebebasan, rasa sakit, jatuh cinta, kenikmatan, gejolak jiwa, kegundahan hati, kerinduan...


_Lindia_
Youth Corner
Hmm... setelah sekian lama berdebat dengan tim yang gak kelar kelar juga (bikin lelah batin neh), sekarang akhirnya buku antologi kumpulan puisi 21 penulis muda Bali akhirnya akan terbit juga. Buku yang rencananya bakal kita kasi label Keranda Emas rencananya bakal di luncurkan sekitar pertengahan tahun 2009 ini. Buku ini merupakan project pertama Youth Corner Publisher yang rencananya juga akan merambah dunia penerbitan indie.

Keranda Emas bermula dari rencana Moch Satrio Welang dengan idenya yang 'jengah' akan kondisi sastra di Bali. Bahwa ternyata di luar Bali anak SMA pun bisa membuat buku teenlit dan laris manis, lalu kenapa di Bali tidak bisa (atau mungkin belum)? Begitu pula menurut penuturan Moch, dunia sastra puisi di Bali sempat mengalami kevakuman dan hasil cetaknya pun sudah cukup lama tidak mendapat pembaharuan generasi. Padahal remaja sekarang (atau penulis muda) di Bali juga sebenarnya memiliki potensi yang tidak kalah bagusnya dibandingkan dengan generasi senior. Hal inilah yang akhirnya membuat Moch membentuk tim untuk mencetak buku Keranda Emas 'antologi 21 penulis muda Bali' melalui payung The Youth Corner indie publication.

Keranda Emas akan menampilkan karya karya terbaik dari 21 penulis muda Bali (tentunya ini versi kami lo), semacam Muda Wijaya, hingga. Dan ssst, kami juga berencana untuk mengadakan kompetisi resensi puisi Keranda Emas lo. Just wait for the info okay guys.

PS: Kita juga perlu masukan dan kritikan dari teman-teman ya. Especially about the Keranda Emas book.


_Eka_